Kamis, 05 Maret 2020

INSTRUMEN PENILAIAN INOVASI PENDAGOGI GURU


INSTRUMEN PENILAIAN INOVASI PENDAGOGI GURU

     Pendidikan saat ini beralih dari fase konvensional dengan media – media analog menuju fase modern dengan menggunakan media pembelajaran digital. Hal yang dulu dipandang tidak lazim menjadi sangat popular, misalnya dengan pembelajaran berbasis online. Saat ini ada tiga konsep pembelajaran yang sangat populer dan terus dikembangakan yakni :



(1) Cybergoogy : Fokus pembelajaran dengan teknologi dan memungkinkan pembelajaran otonom dan kolaboratif yang berpusat pada peserta didik dalam lingkungan virtual
(2) Heutagogy : adalah mengajarkan peserta didik bagaimana cara belajar. Dalam hal ini, "heutagogy melihat ke masa depan di mana mengetahui cara belajar akan menjadi keterampilan mendasar mengingat laju inovasi dan perubahan struktur komunitas dan tempat kerja."
(3) Peeragogy : menggunakan media digital untuk terhubung satu sama lain, untuk membangun pengetahuan dan ikut belajar.

Berikut akan dibahas instrument penilaian pendagogi guru:

Tabel 1. Rubrik Penilaian Inovasi Peeragogy Guru

Indikator
Deskripsi
Skill Dalam Pembelajaran Kimia Materi Struktur Atom
Jejaring komunitas terhubung satu sama lain (worldwide population of self-motivated learners)
Memotivasi siswa memanfaatkan media digital untuk belajar berkolaborasi yang terhubung satu sama lain secara daring dalam membangun pengetahuan
  • Guru mengarahkan siswa membuat komunitas belajar dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran online
  • Guru menyiapkan bahan ajar struktur atom pada slide power point yang bisa diakses siswa secara online
Belajar adalah aktivitas sosial berkelanjutan
Menciptakan suasana pembelajaran aktif dan menyenangkan
  • Guru memberikan link-link yang berhubungan dengan materi atom yang dapat langsung diakses siswa sebagai tambahan pengatahuan

Belajar berkolaborasi
Saling membelajarkan satu sama lain
  • Siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan Tanya jawab melalui forum diskusi yang tersedia diaplikasi google claasroom, guru membimbing diskusi dalam group serta memberikan beberapa penguatan
Kelompok belajar mandiri (groups of self-directed learners organized online course)
Memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola kelompok belajar mandiri secara daring
  • Guru memberikan game kimia dengan menggunakan aplikasi “atom"
  • Siswa dapat mengukur pemahaman materi atom dengan mengerjakan soal – soal quiz pada aplikasi atom
  • Setelah itu guru mengukur kedalaman materi yang dikuasai siswa dengan memberikan soal – soal uraian dan penilaian ini dilakukan secara online menggunakan aplikasi google classroom


Tabel 2. Instrumen Penilaian Inovasi Peeragogy Guru

Indikator
Skor
1
2
3
Jejaring komunitas terhubung satu sama lain (worldwide population of self-motivated learners)
Skor 1 jika bahan ajar yang disiapkan pada power point kurang variatif
Skor 2 bahan ajar yang disiapkan pada power point cukup variatif
Skor 3 bahan ajar yang disiapkan pada power point  variatif
Belajar adalah aktivitas social berkelanjutan
Skor 1 jika link pembelajaranyang disiapkan < 2
Skor 2 jika link pembelajaran yang disiapkan = 3
Skor 3 jika link pembelajaran yang disiapkan > 3
Belajar berkolaborasi
Skor 1 jika guru kurang membimbing jalannnya diskusi dan tidak menberikan penguatan
Skor 2 jika guru cukup membimbing jalannya diskusi dan memberikan penguatan
Skor 3 jika guru membimbing jalannya diskusi dengan memberikan dan memberikan penguatan
Kelompok belajar mandiri (groups of self-directed learners organized online course)
Skor 1 jika guru tidak memberikan tugas mandiri secara daring
Skor 2 jika guru memberikan satu tugas mandiri secara daring
Skor 3 jika guru memberikan lebih dari satu tugas mandiri secara daring

Skor maksimum  = 12

Nilai = (Skor yang diperoleh/ Skor Maksimum) x 100%

Tabel 3. Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru dalam Pembelajaran Kimia

Skala Nilai
Skor
% Nilai Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru
Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru
3
10– 12
83,33– 100
Baik
2
7– 9
58,33 – 75
Cukup
1
4 – 6
33,33 – 50
Kurang

Sumber :
http://mojecosie.blogspot.com/2014/12/these-are-4-concepts-shaping-21st.html
https://www.educatorstechnology.com/2013/01/a-must-have-free-handbook-for-learning.html

Jumat, 28 Februari 2020

UJI INSTRUMEN PENILAIAN KREATIVITAS
PADA PRAKTIKUM KIMIA


Pada penilaian  praktikum kimia ini digunakan rubrik penilaian kreativitas dengan mengukur lima indikator penilaian kreativitas yakni problem sensitivity (kepekaan), fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan), originality (keaslian) dan elaboration (Elaborasi). Untuk mencoba instrumen penilaian kreativitas saya menggunakan video praktikum : https://www.youtube.com/watch?v=VJnTYrcFvow

Berikut instrumen penilaian kreativitas dan hasil analisis jawaban
Ketrampilan Praktikum
Indikator kreativitas
Deskripsi Indikator Kreativitas
Kisi – kisi Penilaian Kreativitas
Pengaruh suhu terhadap laju reaksi
Problem sensitifity (Kepekaan)
Kemampuan mendeteksi, mengenali dan memahami suatu pernyataan situasi atau masalah
Cekatan dalam memilih dan mempersiapakan alat dan bahan praktikum
Fluency (Kelancaran)
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
Mampu menggunakan termometer dengan benar
Flexibility (Keluwesan)
Kemampuan mengemukakan bermacam – macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah
Mampu menjaga stabilitas suhu saat pengukuran
Originality (Keaslian)
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara – cara yang asli, tidak klise, dan jarang diberikan kebanyakan orang
Mampu memvariasikan suhu larutan yang diuji cobakan
Elaboration (Elaborasi)
Kemampuan menambah suatu situasi atau masalah sehingga menjadi lengkap dan merincinya secara detail yang didalamnya terdapat berupa tabel, grafik, gambar, model dan kata - kata
Mencatat setiap hasil pengukuran pada data pengamatan secara rinci

Soal : pada percobaan pengaruh suhu terhadap laju reaksi digunakan 100 ml larutan Na2S2O3 0,1 M yang dicampurkan dengan 10 ml larutan HCl 0,1 M. Dalam percobaan tersebut suhu larutan diukur pada suhu yang berbeda, percobaan pertama pada suhu kamar, percobaan kedua pada suhu 38 °C dan percobaan ketiga pada suhu 48 °C.
(1)    Alat apa saja yang digunakan untuk melakukan percobaan tersebut ! (problem sensitifity)
(2)    Bagaimana cara mengukur suhu larutan ! (fluency)
(3)    Langkah apa yang dilakukan untuk mengukur suhu larutan pada suhu yang berbeda? (flexibility)
(4)    Apa pengaruh kenaikan suhu terhadap laju reaksi pada percobaan tersebut ! (originality)
(5)    Langkah kreatif apa yang dilakukan untuk memudahkan melakukan pembahasan hasil percobaan ? (Elaboratioan)

Indikator kreativitas
Soal
Jawaban
Hasil Uji Coba
Problem sensitifity (Kepekaan)
Soal : pada percobaan pengaruh suhu terhadap laju reaksi digunakan 100 ml larutan Na2S2O3 0,1 M yang dicampurkan dengan 10 ml larutan HCl 0,1 M. Dalam percobaan tersebut suhu larutan diukur pada suhu yang berbeda, percobaan pertama pada suhu kamar, percobaan kedua pada suhu 38 °C dan percobaan ketiga pada suhu 48 °C.
(1)    Alat apa saja yang digunakan untuk melakukan percobaan tersebut
Alat yang digunakan pada percobaan :
(1)    Kaki tiga
(2)    Bunsen
(3)    Kasa
(4)    Selinder ukur
(5)    Termpmeter
(6)    gelas kimia
(7)    kertas
Bahan yang digunakan :
(1)    larutan Na2S2O3 0,1 M sebanyak 100 ml
(2)    Larutan HCl 0,1 M sebanyak 10 ml
Suhu merupakan salah satu faktor yang mempercepat laju reaksi, semakin tinggi suhu akan mempercepat laju kinetik partikel-partikel dan memepercepat tumbukan antar partikel
Fluency (Kelancaran)
(2)    Bagaimana cara mengukur suhu larutan ! (fluency)
Pengukuran suhu larutan dengan termometer dengan memperhatikan cara penggunaan termometer, saat pengukuran termometer tidak mengenai dasar gelas kimia agar (tepat di larutan) agar suhu yang diukur merupakan suhu larutan yang sebenarnya

Flexibility (Keluwesan)
(3)    Langkah apa yang dilakukan untuk mengukur suhu larutan pada suhu yang berbeda? (flexibility)
·         Pada percobaan pertama pengukuran suhu larutan dilakukan pada suhu kamar
·         Pada percobaan kedua larutan dipanaskan sampai suhu 38 °C, kemudian pemanasan dihentikan setelah suhu larutan 38° C
·         Pada percobaan kedua larutan dipanaskan sampai suhu 48 °C, kemudian pemanasan dihentikan setelah suhu larutan 48 °C
Originality (Keaslian)
(4)    Apa pengaruh kenaikan suhu terhadap laju reaksi pada percobaan tersebut ! (originality)
Dari percobaan terlihat laju reaksi akan lebih cepat terjadi pada suhu yang lebih tinggi
Elaboration (Elaborasi)
(5)    Langkah kreatif apa yang dilakukan untuk memudahkan melakukan pembahasan hasil percobaan ? (Elaboratioan)
Dengan mencatat semua percobaan dalam data pengamatan secara rinci.

Mekanisme penilaian :
Indikator kreativitas
Deskripsi Penialain
1
2
3
4
Kesimpulan
Problem sensitifity (Kepekaan)
·         Poin 4 jika alat dan bahan lengkap
·         Poin 3 jika ada maks 1 alat dan bahan tidak ada
·         Poin 2 jika ada maks 2 alat dan bahan tidak ada
·         Poin 1 jika lebih dari 3 alat dan bahan tidak ada



Nilai akhir Penialain kreativitas pada video praktikum adalah 90 menunjukkan bahwa praktikum sudah menunjukkan kreativitas yang tinggi diatas KKM yang ditetapkan. (KKM psikomotorik = 70)
Fluency (Kelancaran)
·         Poin 4 jika melakukan seluruh prosedur pengukuran dengan benar
·         Poin 3 jika maks 1 prosedur pengukuran tidak tepat
·         Poin 2 jika maks 2 prosedur pengukuran tidak tepat
·         Poin 1 jika lebih dari 3 prosedur pengukuran tidak tepat



Flexibility (Keluwesan)
·         Poin 4 jika melakukan seluruh prosedur pengukuran dengan benar
·         Poin 3 jika maks 1 prosedur pengukuran tidak tepat
·         Poin 2 jika maks 2 prosedur pengukuran tidak tepat
·         Poin 1 jika lebih dari 3 prosedur pengukuran tidak tepat




Originality (Keaslian)
·         Poin 4 jika memvariasikan suhu larutan minimal 4 suhu yang berbeda
·         Poin 3 jika memvariasikan suhu larutan minimal 3 suhu yang berbeda
·         Poin 2 jika memvariasikan suhu larutan minimal 2 suhu yang berbeda
·         Poin 1 jika tidak memvariasikan suhu larutan



Elaboration (Elaborasi)
·         Poin 4 jika mampu mencatat secara rinci data pengamatan dan mampu menjelaskan hasil percobaan
·         Poin 3 jika mencatat data pengamatan dan mampu mejelaskan hasil percobaan
·         Poin 2 jika mencatat data percobaan dan cukup mampu menjelaskan hasil percobaan
·         Poin 1 jika mencatat data percobaan dan kurang mampu menjelaskan hasil percobaan



Jumlah

0
0
6
12
18

Nilai
90






sumber :
(1) https://www.youtube.com/watch?v=VJnTYrcFvow

INSTRUMEN PENILAIAN INOVASI PENDAGOGI GURU

INSTRUMEN PENILAIAN INOVASI PENDAGOGI GURU      Pendidikan saat ini beralih dari fase konvensional dengan media – media analog menuju...